Bagaikan jingga di kala senja
Datang dengan keindahan
Namun berlalu dengan kegelapan
Memanggil kawanan bintang untuk berikan cahaya dan temani kesunyian
Namun, ada lagi yang datang tanpa permisi
Tak mengenalkan siapa dan dari mana dirinya
Menyesakkan dada, memaksa untuk menyampaikan
Sebab ini bukan hal yang biasa
Mencoba untuk tidak memperdulikan
Tetapi, selalu menyisakan goresan walau tak di minta
Bersama datangnya angin
Dapat dirasa namun tak terlihat
Sembari berbisik dengan harapan yang tersimpan
Siap menyusun kisah yang mengenang
Benar, kau pasti sudah menebaknya
Rindu..
Datang dan perginya tak ada sapaan
Hanya sebuah rasa yang selalu mengisah
Ketika ia tlah mengerumuni ruang pikiran
Siapkan saja tadahan tangan itu
Untuk doa-doa terbaik yang melangit
Memang tidak mudah untuk melepaskan seluruhnya
Setidaknya sang pencipta mendengar
Bersama kesaksian langit dan seisinya

