Subuh berkumandang
Mentari memanggil
Siap menunjukkan siapa dirinya
Di bawah tetesan embun pagi
Di atas belepas metropolitan
Tak berseragam,
Pun juga tak berpakaian mewah
Sepatu petang tersingkap debu halus
Pakaian rapi sederhana bak Aisyah si Pipi
merah jambu
Seorang fakir ilmu
Dari kemasan kebahagian bak sinar berlian
Yang cahyanya tersimpan dalam-dalam
Tentang kesederhanaan
Gelap mendekap
Bukan berarti mentari terlelap
Wahai Rabbi, Dekaplah
Pada tiap bab hidup yang mencekik diri
Menyampaikan pesan tentang kehidupan di tiap
sepertiga malamnya
Inginkan menjabat dan memeluk
Pada tetesan air yang membasahi di tiap-tiap
sujudnya
