Renungan siang ini
dipersembahkan oleh lini masa Instagram..
Okeey setelah sekian lama tidak menulis, kali ini aku kembali menulis dengan sedikit
renungan yang kutemui di Instagram yaitu tentang akun kajian islami yang semoga
bagi pembaca juga dapat merasakan yang aku rasakan (ehh..), maksudnya
hikmahnyaa hehehe.. begini cerita di akun kajian tersebut.
Sayidina Ali ra
menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang
bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau
menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang
sedang disiksa dengan berbagai siksaan.
Itulah sebabnya mengapa
aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan
siksanya. Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.
“Aku lihat ada
perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung
lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam
tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat
tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku
lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, dibawahnya dinyalakan api
neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya
sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekek dan matanya buta, dimasukkan
ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung,
badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang
badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat
perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan
keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api
neraka,” kata Nabi.
Fatimah Az-zahra
kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah menjawab, “Wahai
putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah
wanita yang tidak menutup rambutnya (aurat) sehingga terlihat oleh laki-laki
yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
Begitu
ceritanya, karena itulah Allah sangat memuliakan seorang wanita. Allah cuma
pingin kita taat dengan perintah dan syariatnya karena bagi allah sangatlah
berharga kita. Kesalahan sedikitpun dapat membawa kita kedalam pintu neraka,
tetapi allah juga menjanjikan syurga yang sangat indah didalamnya bagi mereka
kaum perempuan yang patuh dan taat terhadap perintah-Nya.
Kalaupun
aku menulis dengan content ini bukan berarti merasa bahwa aku adalah orang yang
baik atau sudah benar, tetapi akupun juga masih seorang yang sangat-sangat
fakir ilmu yang masih harus terus belajar. Seseorang yang mengingatkan dalam
hal kebaikan bukan berarti dirinya juga sudah baik kan dear? Dan karena ini
sebagai rasa sesama saudara muslim yang terus saling mengingatkan dalam hal kebaikan,
apalagi dengan sedihnya kita hidup di zaman pertengahan ini dimana fitnah mudah
tersebar dan mudah meyakinkan seseorang. Dimana anak-anak kecil ataupun remaja
seakan-akan jauh dari ajaran agamanya. Hikmah dan harapan yang dapat diambil
dari renungan cerita di atas khususnya untuk para kaum wanita, kita sangat
berharga dear..
Allah
sangat memuliakan kita, semoga saya dan kalian wahai saudara muslimahku
tetaplah terus berada pada jalan-Nya karena janji Allah itu pasti tentang
syurga yang akan diberikannya bagi siapa yang patuh pada perintah-Nya. Dunia
ini ga ada yang abadi, hanya sebagai ajang laga untuk berlomba-lomba mencari
amal sebanyak-banyaknya sebagai bekal kelak di hidup yang sesungguhnya (Akhirat).
