Sebatas Tulisan Sederhana

By Adiba Muharram

facebook instagram pinterest bloglovin

Renungan siang ini dipersembahkan oleh lini masa Instagram..

Okeey setelah sekian lama tidak menulis, kali ini aku kembali menulis dengan sedikit renungan yang kutemui di Instagram yaitu tentang akun kajian islami yang semoga bagi pembaca juga dapat merasakan yang aku rasakan (ehh..), maksudnya hikmahnyaa hehehe.. begini cerita di akun kajian tersebut.

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan.

Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya. Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, dibawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekek dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,” kata Nabi.

Fatimah Az-zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya (aurat) sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.


           Begitu ceritanya, karena itulah Allah sangat memuliakan seorang wanita. Allah cuma pingin kita taat dengan perintah dan syariatnya karena bagi allah sangatlah berharga kita. Kesalahan sedikitpun dapat membawa kita kedalam pintu neraka, tetapi allah juga menjanjikan syurga yang sangat indah didalamnya bagi mereka kaum perempuan yang patuh dan taat terhadap perintah-Nya.

Kalaupun aku menulis dengan content ini bukan berarti merasa bahwa aku adalah orang yang baik atau sudah benar, tetapi akupun juga masih seorang yang sangat-sangat fakir ilmu yang masih harus terus belajar. Seseorang yang mengingatkan dalam hal kebaikan bukan berarti dirinya juga sudah baik kan dear? Dan karena ini sebagai rasa sesama saudara muslim yang terus saling mengingatkan dalam hal kebaikan, apalagi dengan sedihnya kita hidup di zaman pertengahan ini dimana fitnah mudah tersebar dan mudah meyakinkan seseorang. Dimana anak-anak kecil ataupun remaja seakan-akan jauh dari ajaran agamanya. Hikmah dan harapan yang dapat diambil dari renungan cerita di atas khususnya untuk para kaum wanita, kita sangat berharga dear..

Allah sangat memuliakan kita, semoga saya dan kalian wahai saudara muslimahku tetaplah terus berada pada jalan-Nya karena janji Allah itu pasti tentang syurga yang akan diberikannya bagi siapa yang patuh pada perintah-Nya. Dunia ini ga ada yang abadi, hanya sebagai ajang laga untuk berlomba-lomba mencari amal sebanyak-banyaknya sebagai bekal kelak di hidup yang sesungguhnya (Akhirat).

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Adiba Muharram

[21'yo]
Short woman who is studying hijrah.
Dream fighters, La Tahzan.
Learning to be a better person.

" Allah itu maha baik

hanya memberi yang baik

dan akan menerima yang baik

akan ridha pada yang benar-benar baik

bila kita bersama Allah maka kita akan baik

dan selalu mendapatkan yang baik-baik "

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • bloglovin
  • youtube
  • pinterest
  • instagram

Labels

Cerita aja Opini Sajak Vacation

Blog Archive

  • July 2017 (3)
  • August 2017 (1)
  • September 2017 (2)
  • October 2017 (1)
  • December 2017 (1)
  • April 2018 (1)
  • June 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • January 2019 (1)
  • August 2019 (2)
  • April 2020 (1)
  • May 2020 (1)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates