Sejatinya manusia dihadirkan di dunia ini tidak lain berperan sebagai pembelajar.
Ngga ada yang abadi untuk bisa dinikmati di bumi ini kecuali nikmat iman.
Sebab adanya iman dalam diri ini akan selalu membawa pada jalan kebaikan,
dan jalan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan akan allah berikan langsung nikmat tenang, damai, dan bahagia.
kenapa bahagia ??
karena dalam kehidupan ini ujian dan masalah akan selalu membersamai silih berganti.
maka, jika semua itu dialihkan pada yang bukan jalannya yaitu jalan yang buruk jalan kemaksiatan.
maka, ketenangan dan kebahagiaan bukanlah yang didapatkan atau mungkin bisa bahagia dan lega bisa melakukan namun tenang tidak dirasakan bisa dibilang dengan hampa.
Memang, mungkin akan selalu sulit menjalankanya. sebab di dunia ini kita akan selalu dipertemukan dengan ke-fatamorgana-an hidup. Bagaikan melihat air di gurun pasir, namun setelah mendekat hanyalah tipuan mata. Seperti inilah kehidupan, terkadang apa yang menurut kita baik, kita sukai, kita inginkan belum tentu buat-Nya itu baik, membahagiakan, menenangkan.
Inilah tugas sebagai seorang insan. Menghamba yang sebaik-baiknya. Demi nikmat yang sesungguhnya, tak mungkin didapatkan dengan berleha-leha. Pengorbanan bertumpah darah bisa jadi akan dihadapi. Sama halnya dengan Rasulullah, demi kebangkitan islam dan umat nyawa pun taruhannya. maka, berproseslah...
Berkembang dan bertumbuhlah untuk menjadi sebaik-baiknya manusia. karena dibalik proses itu adalah belajar. Bagaimana diri ini akan belajar menghadapi setiap keadaan baik atau buruknya. Hingga kita menemukan setiap ibroh (hikmah) dalam lika-liku prosesnya.

