Tidak semua itu bahagia, tidak semua suka itu cinta. Pula tidak semua pilu itu luka, tidak semua sedih itu sengsara. Sebab yang tampak tak selalu hakikat.
Cinta bisa jadi menganugerahkan keberanian dan pengorbanan pada
seseorang, tapi pada orang lain yang mengaruniakan lisan yang memuji dan air
mata yang berderai.
Sebab yang fana itu sementara, dunia itu lekas perubahannya, tak
tentu penampakannya, apalagi hasilnya. Tapi, pasti kesudahannya, pasti
kecewanya, pasti terbatasnya.Maka jangan pedulikan tawa dan suka, pilu dan
sedih, asal semua demi akhirat. Maka itulah bahagia. Cinta yang membawa pada
ketaatan, itu yang pasti bahagia.
Jika yang fana bisa jadi jalan mendapat yang selamanya, dan yang
akhir bisa lebih baik dari yang awal. Saat itu kita baru beristirahat, saat
kaki menginjak syurga.








