Selepas Senja
Aku termenung,
Berharap padang ilalang tak menggigil terjamah oleh untaian air langit malam ini..
Biarkan hati ini saja yang mendepa dalam deraian tangis Sang langit
Merindukan sang tuan yang tak kunjung bertepi di pelabuhan senja,
Biarkan saja jika air langit tak temukan waktu hentinya,
Karna ia pun tahu, bahwa kau adalah prasangku yang tak kunjung reda..
Dengarlah, saat aku terpapar oleh rindu yang tak tau siapa pemiliknya?
Saat aku memekik dengan hati yang membisu..
Hanya Dia-lah yang mampu membangunkanku dari candaan sang rinai malam
Wahai kau..
Sampai nanti di pelabuhan senja,
Saat kau membawa secercah angan penduduk langit,
Maka ku akan menjemputmu dalam naungan cinta Rabb-ku,
Yakinlah, aku disini.
Di tempat ini,
menanti sampai kelak kau kan pulang pada pelabuhan senjamu.
Senja yang membawamu pada cahaya malam sang pemberi Cinta.
Meredalah Tuan..
Agar sang ufuk pagi merasakan indahnya tetesan air langit semalam
-ratumustikapd-

0 komentar