Berproses
Dunia ini indah seindah sang pencipta
yang Esa. Dihuni dengan berbagai macam makhluk yang diciptakannya, Dan
sebaik-baik ciptaannya ialah Manusia. Ia ciptakan dengan penuh
kemuliaan yang diberikannya akal fikiran agar manusia dapat menjalankan Amanah
Allah di alam dunia ini.
Manusia itu hidup untuk berproses, dan
dalam berproses tentu tidak mudah pun juga jangan tanpa usaha. Jikalau, ada
seseorang manusia yang masih bermaksiat dan berperilaku buruk jangan hakimi ia
karena perbuatannya sebab sesungguhnya ia juga sedang berproses untuk menjadi
yang lebih baik mungkin saja hanya waktunya bukan saat itu. Dan untuk yang
sudah baik, pun jangan berhenti sampai disitu juga karena sekali lagi manusia
itu terus berproses untuk menjaga keistiqomahan menjadi manusia lebih baik.
Tepatnya sebaik-baiknya hanya untuk Allah.
Berproses untuk terus menjadi yang
lebih baik itu tidak mudah, mengawalinya yang mudah. Namun, menjaga
keistiqomahannya merupakan hal yang paling sulit. Tentunya pada siapa dulu kita
tujukan segala kebaikan yang kita lakukan??
Agar kebaikan yang kita lakukan takkan
jadi hal yang sia-sia. Karena sesungguhnya kebaikan itu ditujukan hanyalah pada
Allah saja bukan yang lain..
Kalaupun tujuan kebaikanmu hanya untuk
memikat hati manusia agar banyak yang mengagumi, tentu itu salah karena ga ada
yang tau hati manusia yang sewaktu-waktu bisa berubah sebab iman seseorang itu
naik turun mungkin saat itu teman yang berpihak dengan kita hatinya sedang
baik tapi esoknya kita ga ada yang tau bagaimana ia dibelakang kita, siapa yang
tau..
Maka,
seburuk-buruknya harapan ialah berharap pada manusia. Yang sama-sama makhluk
ciptaannya. Tujukan kebaikan kita hanya untuk Allah saja. Pujian manusia hanya
untuk menguji keimanan kita dan hinaan manusia hanya untuk menurunkan iman kita
padanya. Dan yang perlu dijaga ialah ke-Istiqamahan pada-Nya sebab seseorang
yang tlah berimanpun masih perlu dipertanyakan ke-Istiqamahan di setiap
sholatnya.
Libatkan Allah pada setiap langkah apapun yang akan kita lakukan, karena atas pertolongan-Nya lah kerja, sekolah, kuliah, perjalanan hidup kita menjadi mudah dan lancar. Iringi dengan kebaikan-kebaikan, "tapi bukankah itu sulit melakukannya, lalu bagaimana??"
Paksakan..
agar
kita mau melakukannya, agar kita mau membiasakannya hingga pada akhirnya jika
kita tidak melakukan hal tersebut yang dirasakan malah resah dan selalu gelisah. contohnya, selama ini sholat kita
masih ada yang bolong dengan niat karena Allah dan ingin berubah, kita ingin
sholat dalam sehari lengkap kalau bisa tepat waktu. maka paksakan, kembali lagi
pada niatnya. dan insyaa allah jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam diri
kita, sekalipun tidak melakukannya pasti ada kegelisahan yang akan kita
rasakan. Sehingga mau tidak mau harus melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan dalam diri kita dan juga ketenangan seperti yang kita inginkan.
Selamat berproses....

0 komentar