Sebatas Tulisan Sederhana

By Adiba Muharram

facebook instagram pinterest bloglovin


Sejatinya manusia dihadirkan di dunia ini tidak lain berperan sebagai pembelajar.
Ngga ada yang abadi untuk bisa dinikmati di bumi ini kecuali nikmat iman.
Sebab adanya iman dalam diri ini akan selalu membawa pada jalan kebaikan,
dan jalan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan akan allah berikan langsung nikmat tenang, damai, dan bahagia.

kenapa bahagia ??
karena dalam kehidupan ini ujian dan masalah akan selalu membersamai silih berganti.
maka, jika semua itu dialihkan pada yang bukan jalannya yaitu jalan yang buruk jalan kemaksiatan.
maka, ketenangan dan kebahagiaan bukanlah yang didapatkan atau mungkin bisa bahagia dan lega bisa melakukan namun tenang tidak dirasakan bisa dibilang dengan hampa.

Memang, mungkin akan selalu sulit menjalankanya. sebab di dunia ini kita akan selalu dipertemukan dengan ke-fatamorgana-an hidup. Bagaikan melihat air di gurun pasir, namun setelah mendekat hanyalah tipuan mata. Seperti inilah kehidupan, terkadang apa yang menurut kita baik, kita sukai, kita inginkan belum tentu buat-Nya itu baik, membahagiakan, menenangkan.

Inilah tugas sebagai seorang insan. Menghamba yang sebaik-baiknya. Demi nikmat yang sesungguhnya, tak mungkin didapatkan dengan berleha-leha. Pengorbanan bertumpah darah bisa jadi akan dihadapi.  Sama halnya dengan Rasulullah, demi kebangkitan islam dan umat nyawa pun taruhannya. maka, berproseslah...

Berkembang dan bertumbuhlah untuk menjadi sebaik-baiknya manusia. karena dibalik proses itu adalah belajar. Bagaimana diri ini akan belajar menghadapi setiap keadaan baik atau buruknya. Hingga kita menemukan setiap ibroh (hikmah) dalam lika-liku prosesnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Tentang Rasaku, 
Malam ini akan kuungkapkan dalam sebuah tulisan 
Yang mungkin bagimu tak bermakna
Namun ketahuilah ini adalah rasaku, ini adalah hatiku
Aku bukanlah orang yang mampu mengungkapkannya langsung kepadamu,
maka dari itu ku tulis ini dalam sebuah kertas putih
Kumohon bacalah walau cuma sebentar

Ini aku, Rindu yang tak pernah usai
Aku adalah serpihan rasa dalam sebuah imajinasi doa
Aku adalah khayalan dalam ruang-ruang mimpi masa depan 
Kau tau, siapa yang kurasa dan untuk apa aku merasa?
Itu adalah kamu. Isi dalam setiap doa yang kulangitkan

Ada rasa dalam hati yang jauh terpendam
Berharap Allah mendengar dan mengabulkan
Berharap tulang rusuk itu adalah aku, 
Dan berharap kau juga memiliki rasa yang terpendam

Maafkan aku ..
Karena selalu membawamu dalam setiap doaku
Ketahuilah aku memiliki rasa hanya Allah saja yang tau
Doaku satu. semoga kita sama-sama bahagia dengan cara sama-sama membahagiakan
Kamu adalah perasaan yang terpendam
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku kira lukanya sudah pulih. Ternyata belum pulih juga..

Luka masa lalu memang akan selalu membuat patah dan mungkin juga menyerah.
Kita tidak bisa meminta akan seperti apa kehidupan kita di masa lalu yang sudah terjadi cukup lama. Karena itu merupakan takdir allah dan bagian dari rencana-Nya. Tapi, kita masih bisa memperbaiki dan merancangnya untuk masa depan kita nanti kan? Insyaa Allah..

Lukanya memang tidak terlihat, walau sakitnya akan selalu teringat dan terasa. Iyaa, maaf jika buatku ini masih sangat sulit dilakukan. Namun, saat ini aku juga sedang mengupayakan. Walau itu akan menyiksa batin pastinya. Meyakinkan pada diri sendiri kalau pasti bisa bangkit saja masih sulit..

Lucu saja jika melihat diri seperti ini, rasanya seperti makhluk yang lemah. Padahal allah menciptakan manusia untuk makhluk yang kuat dan tidak mudah menyerah sebab ada yang maha menguatkan.

Bagai luka yang masih menganga. Aku tau ini akan sulit penyembuhannya. Namun, juga tidak meminta untuk terus menetap agar perihnya tidak bertambah. Akan aku ikuti alurnya dengan terus mencoba mengobati dan memulihkan luka tidak pada rasa sakitnya.

Tidak juga memaksa harus saat ini. Akan ada waktu yang tepat untuk pemulihannya. Perlahan juga tak mengapa asal ada kemajuan. Walau berat kata hati ini jika belum dicoba lalu bagaimana bisa memulihkan?

Mencoba untuk berdamai dengan diri dahulu, menerima, dan mengikhlaskan. Karena aku yakin hati akan menemui jalannya untuk pulih kembali.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Terkadang sempat terbesit sebuah pertanyaan kalau hidup di dunia itu untuk apa sih?. Mungkin pertanyaan seperti ini akan selalu ada bagi setiap orang yang sudah benar-benar berada pada titik lelahnya dengan dunia.

Kita sepakat kan kalau hidup ini cuma sekali? Lalu, apa arti hidup yang sekali ini buatmu?
Kalau menurutku sih, hidup kita saat ini adalah sebuah perjalanan menuju pulang menghadap-Nya. Kalau sudah ingat itu, jadi mikir lagi mau melakukan aktivitas kehidupan. Halal atau haramkah? bermanfaatkah? Allah ridho apa enggak..

Tentunya perjalanan ini ga akan mudah.. sebab hadiahnya syurga. Maka berlomba-lombalah untuk berbuat baik, walau dirimu berada di tidak baik pun walau dirimu berada titik terpuruk pun. Kita sama-sama saling menguatkan dan mengingatkan yaa..

Karena hidup ini cuma sekali, apalagi yang akan kita cari dan kita kumpulkan di dunia ini sebab semua itu tidak dapat dibawa mati kecuali amal. Dan lebih sedihnya lagi jika apa yang kita lakukan itu adalah hal yang dibenci allah subhannahu wataala. Lalu apa yang akan kita pertanggungjawabkan di mahkamah hisab allah nanti?

Semoga ini sebagai renungan untuk kita dan untuk diri sendiri terutamanya, kalau tidak sekarang kapan lagi. Selama allah masih memberikan kita kesempatan hidup dan memperbanyak amal di dunia-Nya ini. Jangan lelah dan jangan menyerah karena Allah selalu bersamamu 💕


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar






Bicara Rindu,
Malam ini akan kuungkapkan dalam sebuah tulisan
yang mungkin bagimu tak bermakna
Malam yang tak lagi sama dengan malam-malam sebelumnya
Ada yang berbeda dengan rasa ini
Tentang Rindu yang tak lagi menggebu-gebu

Lewat pena dalam sebuah lembar kertas putih
menjadi alasan tuk' melepaskan rindu
Tentang rindu yang tak pernah usai
Tak ada yang lebih baik dari doa yang melangit
Itulah sebabnya mengapa doa lebih syahdu dan bikin candu

Ada saksi antara makhluk dengan pencipta
Sedikitpun tak ada jarak bagi-Nya
Rintihan tangis bersamaan tadahan tangan
Membuat dekat diantara-Nya dan melepas rindu

Cukup!!
Sang pemberi rasa saja yang tau
Kelak akan ada waktu dan tempat
Yang telah diberikan-Nya dengan cara terbaik-Nya
Salam rindu pada sang pemilik hati,
Untuk dia yang jauh disana
Pada sebuah nama yang selalu kusemogakan

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
       Akhir-akhir ini kita sering mendengar dari dunia keartisan atau semacam publik figure yang alhamdulillahnya ada kemajuan ada kebangkitan dibeberapa kalangan. Disebutnya dengan hijrah, hijrah yang langsung dengan perubahan signifikan terlihat dari cara berpakaiannya seperti yang tak berhijab menjadi berhijab atau yang dulu hijabnya cuma setengah-setengah sekarang sudah sesuai syariatnya. Bahkan tak segan-segan mereka sempatkan untuk datang ke sebuah pengajian ustadz-ustadz ternama demi menggali dan memperbanyak ilmu agamanya, masyaa allah. Saya pribadi sejujurnya senang melihatnya, karena perjuangan untuk memperkenalkan kewajiban muslimah yaitu menutup aurat tak lagi sendiri bahkan di kalangan publik figure pun sudah banyak yang menggunakannya.

Memang mungkin tidak semua wanita mudah untuk menggunakannya, bahkan masih ada tuh yang ingin memakai tapi masih menunggu kemantapan hati atau lebih ingin memperbaiki akhlak mereka dulu.  Dear.. coba deh tengok di dalam al qur’an yang perintahnya sudah jelas dalam Surat An Nuur : 31, Al 'araaf : 26, Al Ahzab : 59, An Nuur : 60 atau kalian pecandu media sosial sesekali search di google tentang perintah menutup aurat supaya kuota hp kalian itu bermanfaat ga cuma stalking pacar atau mantan aja. Maknai artinya bener-bener, sungguh allah itu maha baik bagaimana Dia mengemas kita dengan menyebutnya sebagai perhiasan dunia dengan syarat menjadi wanita shalihah. Bahkan allah sangat memuliakan wanita bagi mereka yang menutup aurat dengan hijabnya. Di dunia allah muliakan dengan hijabnya, di alam kubur di muliakan dengan hijabnya, dan insyaa allah di surga disambut dengan hijabnya. Gimana? Masih kurangkah sayangnya allah dengan kita wahai muslimah?

Ulasan tentang hijab dan akhlak itu sangatlah berbeda, pasti kalian juga pada tau dan mendengar. Yang berhijab belum tentu akhlaknya sudah baik, tapi yang akhlaknya baik sudah pasti berhijab. Kewajiban menutup aurat dulu laksanakan, Akhlak itu akan mengikuti nantinya asalkan kitanya juga berikhtiar untuk memperbaiki,  Dengan hijab menjadi identitas kita sebagai seorang muslim, dengan hijab allah muliakan kita, dengan hijab allah lindungi ayah kita dari siksa api neraka. 

Yuk.. dear yang belum berhijab bersegeralah, yang sudah berhijab semoga terus di istiqomahkan bersama akhlaknya dan terus bemuhasabah diri sama allah agar cukup allah yang ada dihati kita meneguhkan goyahnya hati ini pada jalan lurusnya. Ingat juga.. dunia cuma sesaat tidak ada yang tau satu menit ke depan kita akan seperti apa dan bagaimana. Tulisan ini juga sebagai pengingat bagi diri saya pribadi, bukan untuk merasa baik atau sudah benar. Hanya ingin mengajak saudara muslimah saya untuk memperkuat keimanan di dalam perjuangan istiqomah supaya ga sendirian dan semoga juga menjadi teman yang kelak dipertemukan di surga-Nya Allah SWT kelak. Amiinnn.. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Renungan siang ini dipersembahkan oleh lini masa Instagram..

Okeey setelah sekian lama tidak menulis, kali ini aku kembali menulis dengan sedikit renungan yang kutemui di Instagram yaitu tentang akun kajian islami yang semoga bagi pembaca juga dapat merasakan yang aku rasakan (ehh..), maksudnya hikmahnyaa hehehe.. begini cerita di akun kajian tersebut.

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis. Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan.

Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya. Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, dibawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri. Aku lihat perempuan yang telinganya pekek dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,” kata Nabi.

Fatimah Az-zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya (aurat) sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya. Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub. Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.


           Begitu ceritanya, karena itulah Allah sangat memuliakan seorang wanita. Allah cuma pingin kita taat dengan perintah dan syariatnya karena bagi allah sangatlah berharga kita. Kesalahan sedikitpun dapat membawa kita kedalam pintu neraka, tetapi allah juga menjanjikan syurga yang sangat indah didalamnya bagi mereka kaum perempuan yang patuh dan taat terhadap perintah-Nya.

Kalaupun aku menulis dengan content ini bukan berarti merasa bahwa aku adalah orang yang baik atau sudah benar, tetapi akupun juga masih seorang yang sangat-sangat fakir ilmu yang masih harus terus belajar. Seseorang yang mengingatkan dalam hal kebaikan bukan berarti dirinya juga sudah baik kan dear? Dan karena ini sebagai rasa sesama saudara muslim yang terus saling mengingatkan dalam hal kebaikan, apalagi dengan sedihnya kita hidup di zaman pertengahan ini dimana fitnah mudah tersebar dan mudah meyakinkan seseorang. Dimana anak-anak kecil ataupun remaja seakan-akan jauh dari ajaran agamanya. Hikmah dan harapan yang dapat diambil dari renungan cerita di atas khususnya untuk para kaum wanita, kita sangat berharga dear..

Allah sangat memuliakan kita, semoga saya dan kalian wahai saudara muslimahku tetaplah terus berada pada jalan-Nya karena janji Allah itu pasti tentang syurga yang akan diberikannya bagi siapa yang patuh pada perintah-Nya. Dunia ini ga ada yang abadi, hanya sebagai ajang laga untuk berlomba-lomba mencari amal sebanyak-banyaknya sebagai bekal kelak di hidup yang sesungguhnya (Akhirat).

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Subuh berkumandang

Mentari memanggil

Siap menunjukkan siapa dirinya

Di bawah tetesan embun pagi

Di atas belepas metropolitan

Tak berseragam,

Pun juga tak berpakaian mewah

Sepatu petang tersingkap debu halus

Pakaian rapi sederhana bak Aisyah si Pipi merah jambu

Seorang fakir ilmu

Dari kemasan kebahagian bak sinar berlian

Yang cahyanya tersimpan dalam-dalam

Tentang kesederhanaan

Gelap mendekap 
Bukan berarti mentari terlelap

Wahai Rabbi, Dekaplah

Pada tiap bab hidup yang mencekik diri

Menyampaikan pesan tentang kehidupan di tiap sepertiga malamnya

Inginkan menjabat dan memeluk

Pada tetesan air yang membasahi di tiap-tiap sujudnya








Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Dunia ini indah seindah sang pencipta yang Esa. Dihuni dengan berbagai macam makhluk yang diciptakannya, Dan sebaik-baik ciptaannya ialah Manusia. Ia ciptakan dengan penuh kemuliaan yang diberikannya akal fikiran agar manusia dapat menjalankan Amanah Allah di alam dunia ini.

Manusia itu hidup untuk berproses, dan dalam berproses tentu tidak mudah pun juga jangan tanpa usaha. Jikalau, ada seseorang manusia yang masih bermaksiat dan berperilaku buruk jangan hakimi ia karena perbuatannya sebab sesungguhnya ia juga sedang berproses untuk menjadi yang lebih baik mungkin saja hanya waktunya bukan saat itu. Dan untuk yang sudah baik, pun jangan berhenti sampai disitu juga karena sekali lagi manusia itu terus berproses untuk menjaga keistiqomahan menjadi manusia lebih baik. Tepatnya sebaik-baiknya hanya untuk Allah.

Berproses untuk terus menjadi yang lebih baik itu tidak mudah, mengawalinya yang mudah. Namun, menjaga keistiqomahannya merupakan hal yang paling sulit. Tentunya pada siapa dulu kita tujukan segala kebaikan yang kita lakukan??

Agar kebaikan yang kita lakukan takkan jadi hal yang sia-sia. Karena sesungguhnya kebaikan itu ditujukan hanyalah pada Allah saja bukan yang lain..

Kalaupun tujuan kebaikanmu hanya untuk memikat hati manusia agar banyak yang mengagumi, tentu itu salah karena ga ada yang tau hati manusia yang sewaktu-waktu bisa berubah sebab iman seseorang itu naik turun mungkin saat itu teman yang berpihak dengan kita hatinya sedang baik tapi esoknya kita ga ada yang tau bagaimana ia dibelakang kita, siapa yang tau..

Maka, seburuk-buruknya harapan ialah berharap pada manusia. Yang sama-sama makhluk ciptaannya. Tujukan kebaikan kita hanya untuk Allah saja. Pujian manusia hanya untuk menguji keimanan kita dan hinaan manusia hanya untuk menurunkan iman kita padanya. Dan yang perlu dijaga ialah ke-Istiqamahan pada-Nya sebab seseorang yang tlah berimanpun masih perlu dipertanyakan ke-Istiqamahan di setiap sholatnya. 

Libatkan Allah pada setiap langkah apapun yang akan kita lakukan, karena atas pertolongan-Nya lah kerja, sekolah, kuliah, perjalanan hidup kita menjadi mudah dan lancar. Iringi dengan kebaikan-kebaikan, "tapi bukankah itu sulit melakukannya, lalu bagaimana??"

Paksakan..
agar kita mau melakukannya, agar kita mau membiasakannya hingga pada akhirnya jika kita tidak melakukan hal tersebut yang dirasakan malah resah dan selalu gelisah. contohnya, selama ini sholat kita masih ada yang bolong dengan niat karena Allah dan ingin berubah, kita ingin sholat dalam sehari lengkap kalau bisa tepat waktu. maka paksakan, kembali lagi pada niatnya. dan insyaa allah jika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam diri kita, sekalipun tidak melakukannya pasti ada kegelisahan yang akan kita rasakan. Sehingga mau tidak mau harus melakukannya karena sudah menjadi kebiasaan dalam diri kita dan juga ketenangan seperti yang kita inginkan.

Selamat berproses....


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku termenung,
Berharap padang ilalang tak menggigil terjamah oleh untaian air langit malam ini..

Biarkan hati ini saja yang mendepa dalam deraian tangis Sang langit
Merindukan sang tuan yang tak kunjung bertepi di pelabuhan senja,
Biarkan saja jika air langit tak temukan waktu hentinya,
Karna ia pun tahu, bahwa kau adalah prasangku yang tak kunjung reda..

Dengarlah, saat aku terpapar oleh rindu yang tak tau siapa pemiliknya?
Saat aku memekik dengan hati yang membisu..
Hanya Dia-lah yang mampu membangunkanku dari candaan sang rinai malam

Wahai kau..
Sampai nanti di pelabuhan senja,
Saat kau membawa secercah angan penduduk langit,
Maka ku akan menjemputmu dalam naungan cinta Rabb-ku,
Yakinlah, aku disini.

Di tempat ini,
menanti sampai kelak kau kan pulang pada pelabuhan senjamu.
Senja yang membawamu pada cahaya malam sang pemberi Cinta.
Meredalah Tuan..
Agar sang ufuk pagi merasakan indahnya tetesan air langit semalam


-ratumustikapd-
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Engkau terkadang datang,
Bagaikan jingga di kala senja
Datang dengan keindahan
Namun berlalu dengan kegelapan
Memanggil kawanan bintang untuk berikan cahaya dan temani kesunyian

Namun, ada lagi yang datang tanpa permisi
Tak mengenalkan siapa dan dari mana dirinya
Menyesakkan dada, memaksa untuk menyampaikan
Sebab ini bukan hal yang biasa
Mencoba untuk tidak memperdulikan
Tetapi, selalu menyisakan goresan walau tak di minta

Bersama datangnya angin
Dapat dirasa namun tak terlihat
Sembari berbisik dengan harapan yang tersimpan
Siap menyusun kisah yang mengenang

Benar, kau pasti sudah menebaknya
Rindu..
Datang dan perginya tak ada sapaan
Hanya sebuah rasa yang selalu mengisah

Ketika ia tlah mengerumuni ruang pikiran
Siapkan saja tadahan tangan itu
Untuk doa-doa terbaik yang melangit
Memang tidak mudah untuk melepaskan seluruhnya
Setidaknya sang pencipta mendengar
Bersama kesaksian langit dan seisinya
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Hai Senja..
Bagaimana kabar sang mentari disana?
Bukankah dia penguasa langit yang hebat?
Mengapa dia tega meninggalkan langit birunya?
Apakah sinarnya tlah redup bak hati ini yang telah menjadi kelabu?
Menggantikan terang menjadi gelap,
Menjemput malam dan melengkapinya dengan kesunyian..

Duhai Senja..
Kesunyian itu memaksa rindu untuk menemaninya
Mengajak bintang untuk menggantikan mentarinya
Mempersilahkan semesta untuk bertemu dengan rembulannya

Senja..
Saat itu gelapmu tlah menjadi pelengkap bagi setiap orang
Meninggalkan sebuah kisah pada sang fajar
Menyiapkan crita bagi semesta

Sungguh, Senja membuat dingin terasa menusuk hingga ke tulang
Merelakan semua impian terlepas pada langit-langitnya
Mengikhlaskan segala rasa untuk alam terbaiknya

Senjaku Tak Bertuan
Tak meminta untuk menjadi satu yang diimpikan
Menyusun rangkaian kisah pada kenangan yang tersimpan
Menyiapkan langit-langit bagi doa terbaik yang tlah Terpanjatkan
Memberikan salam hangatnya bagi mereka yang Memimpikan
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Tidak ada “orang baik” yang tidak punya masa lalu. Tidak ada pula “orang jahat” yang tidak punya masa depan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik. Bagaimanapun masa lalunya dahulu, sekelam apapun lingkungannya dahulu dan seburuk apapun perangainya di masa lampau.

Berilah kesempatan seseorang untuk berubah. Karena, seseorang yang “hampir membunuh rasul” pun kini berbaring di sebelah makam beliau Umar bin Khattab. Jangan melihat seseorang dari masa lalunya. Karena, seseorang yang pernah “berperang melawan agama Allah” pun akhirnya menjadi pedangnya Allah Khalid bin Walid. Jangan memandang seseorang dari status dan hartanya. Karena, sepatu emas Fir’aun berada di neraka sedangkan terompah Bilal bin Rabah terdengar di syurga.

Tak perlu pusingkan masa lalu dan tak perlu bingung dengan perkataan orang. Serta janganlah terlalu berharap kepada sesama manusia apalagi tentang pujiannya terhadap hidupmu. Jika, seseorang melihat satu saja kekuranganmu maka buruklah kamu dan hilanglah semua kebaikanmu. Tetapi, bagaimana buruknya kamu dan meminta untuk bertaubat dengan sungguh kepada-Nya maka hilanglah semua keburukanmu lalu Allah buka pintu maafmu lebar-lebar dan mengampunimu. Sungguh Maha baiknya Allah..

Berubah dan bangkit jauh lebih indah dari pada diam dan hanya bermimpi tanpa melakukan tindakan apapun. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, dari mana kita belajar sabar? Jika setiap doa kita dikabulkan dari mana kita dapat belajar ikhtiar? Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki dari mana kita belajar ikhlas?

Seseorang yang dekat dengan Allah, bukan berarti tidak ada air mata. Seseorang yang tekun berdoa bukan berarti tidak ada masa-masa sulit di hidupnya. Jika di sekolah formal atau kampus-kampus terdapat pelajaran dahulu baru kemudian di uji pada umumnya, maka di dalam universitas kehidupan, kita diberi ujian lebih dulu baru mendapatkan pelajaran dan hikmahnya.

Tetaplah Semangat, sabar dan Ikhlas serta selalu Bersyukur karena itulah kunci Kehidupan dan sumber Kebahagiaan. Orang Hebat, tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Melainkan mereka dibentuk melalui Kesukaran, Tantangan, Perjuangan, Pengorbanan dan bahkan AIR MATA.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Adiba Muharram

[21'yo]
Short woman who is studying hijrah.
Dream fighters, La Tahzan.
Learning to be a better person.

" Allah itu maha baik

hanya memberi yang baik

dan akan menerima yang baik

akan ridha pada yang benar-benar baik

bila kita bersama Allah maka kita akan baik

dan selalu mendapatkan yang baik-baik "

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • bloglovin
  • youtube
  • pinterest
  • instagram

Labels

Cerita aja Opini Sajak Vacation

Blog Archive

  • July 2017 (3)
  • August 2017 (1)
  • September 2017 (2)
  • October 2017 (1)
  • December 2017 (1)
  • April 2018 (1)
  • June 2018 (1)
  • September 2018 (1)
  • January 2019 (1)
  • August 2019 (2)
  • April 2020 (1)
  • May 2020 (1)

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates